NEWS

Saturday, January 5, 2019

Menyambut Kembalinya Pelajaran TIK ke dalam Kurikulum

JAKARTA, smapgri24-jkt.sch.id, Meyongsong dan menyambut kembali pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi ke dalam kurikulum. Kembalinya pelajaran TIK ke dalam kurikulum ini sejalan dengan perkembangan teknologi yang bukan lagi tahun tapi dalam hitungan bulan bahkan mungkin minggu teknologi inofrmatika selalu berkembang pesat. Pada dasarnya di SMA PGRI 24 Jakata pelajarain TIK tidak pernah hilang dari kurikulum karena pada tingkatan kelas X selalu ada pelajaran TIK yang dikemas dalam pelajaran Desain Grafis dan Pemrograman. Kembalinya Pelajaran TIK pada kurikulum 2013 ini berubah nama menjadi pelajaran informatika yang caupannya me jadi lebih luas.  Berikut ini penjelasan Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukaun Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang dikutip dari pikiranakyat.com. Kembalinya pelajaran TIK tak lepas dari perjuangan PGRI dan guru TIK yang tergabung dalam IGTIK PGRI yang dikomandani oleh Wijaya Kusuma yang dikenal dengan Om Jay

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) akan kembali menjadi mata palajaran (Mapel) utama untuk jenjang SMP dan SMA. Selama ini, TIK hanya bagian dari materi mata pelajaran muatan lokal atau keterampilan. Mapel TIK akan berganti nama jadi Informatika dan diterapkan pada tahun ajaran 2019.

Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Awalludin Tjalla mengatakan, mengembalikan TIK menjadi mata pelajaran merupakan bagian dari langkah strategis Kemendikbud dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0. Mapel Informatika menjadi ilmu yang wajib dikuasi para pelajar di pendidikan dasar dan menengah.

Ia menjelaskan, konsep mapel Informatika berbeda dengan pendidian TIK meskipun ada beberapa hal yang diadaptasi. Mapel Informatika tidak hanya mempelajari beragam perangkat lunak komputer, tetapi juga memecahkan masalah dan membuat aplikasi dengan berpikir kritis.

“Siswa dituntut berpikir komputasional dengan mempelajari beragam disiplin ilmu. Baik informatika atau noninformatika. Produk TIK untuk menunjang pembelajaran dan tugas sehari-hari itu masih perlu dijalankan sebagai bagian dari program literasi digital yang sudah dijalankan,” kata Tjalla di Jakarta, Senin, 3 September 2018.

Ia menuturkan, mapel Informatika mencakup lima materi yang bakal menunjang kompetensi siswa di era revolusi industri 4.0. Yakni,  teknik komputer, jaringan komputer/internet, analisis data, dampak sosial informatika, dan programming. “Mapel Informatika sesuai dengan kebutuhan masa depan anak bangsa,” katanya.

Desakan untuk mengembalikan TIK menjadi mapel terjadi sejak awal tahun ini. Ikatan Guru TIK Persatuan Guru Republik Indonesia menyesalkan langkah Kemendikbud yang menghapus TIK dari Mapel utama. Selain merugikan siswa, dampak dari penghapusan tersebut juga mengubah fungsi dari para guru TIK dari guru menjadi tenaga kependidikan. 

“Sesuai dengan Undang-Undang Guru dan Dosen, pasal 1 yang menyebutkan guru harus merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, hingga penilaian. Apalagi saat ini zaman sudah berubah, semua dilakukan serba online, termasuk metode belajar. Sekitar 98 persen guru TIK ingin kembali menjadi mata pelajaran. Jumlah guru TIK mencapai 30.818 orang,” kata Sekretaris Jenderal IGTIK PGRI Wijaya Kusumah Wijaya Kusumah.

No comments:

Post a Comment